3 Fungsi Gurindam. foto: freepik.com. Karya sastra gurindam tentu saja dibuat untuk memberikan makna dan pesan yang mendalam. Nggak hanya itu, gurindam juga memiliki fungsi yang mengarah pada kebaikan, berikut ini fungsi gurindam. a. Gurindam memiliki fungsi menghibur bagi para pendengar atau pembacanya.
KaryaGurindam adalah sebuah nasehat kepada sesama manusia agar menjalankan kebaikan. 1. Masruchin (2017) Karya sastra lama yang berbentuk puisi, yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari dua baris tiap baitnya.
Berikutini yang bukan merupakan ciri gurindam adalah? terdiri atas 2 baris; mempunyai rima a-a; terdiri atas dua baris sampiran dan dua baris isi; isinya bisa berupa nasihat, filososi, dan mempunyai hubungan syarat; Semua jawaban benar; Jawaban yang benar adalah: C. terdiri atas dua baris sampiran dan dua baris isi.
Berikutini adalah pengertian gurindam menurut para ahli antara lain sebagai berikut: 1. Sutan Takdir Alisjahbana. GUrindam yaitu sajak dua baris yang terbentuk dari kalimat majemuk. 2. Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) Gurindam ialah sebuah bentuk karya sastra yang berupa sajak dengan 1 baitnya ada 2 baris.
Berikutmerupakan ciri-ciri dari gurindam: Isi telah terdapa pada baris kedua. Gurindam telah terdapat pada dua baris dan tidak lebih pada tiap-tiap baitnya. Tiap-tiap barisnya telah bersaja A-A, B-B, hingga kepada seterusnya. Jumlah kata pada masing-masing baris yaitu hanya terdiri dari 10 hingga 14 kata. Isi gurindam ini umumnya telah berisi
berbagai strategi permainan sepak bola harus diterapkan terutama dalam. Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Gurindam? Mungkin anda pernah mendengar kata Gurindam? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, ciri, macam serta contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Gurindam ialah jenis puisi lama yang bersumber dari daerah Tamil India yang mengandung mengenai amanat, dengan kaidah setiap bait terdiri atas 2 baris dan bait a-a. Gurindam bersumber dari bahasa tamil yakni Kirindam yang bermakna pertama-tama amsal, peribahasa. Berikut ini adalah pengertian gurindam menurut para ahli antara lain sebagai berikut 1. Sutan Takdir Alisjahbana GUrindam yaitu sajak dua baris yang terbentuk dari kalimat majemuk 2. Kamus Besar bahasa Indonesia KBBI Gurindam ialah sebuah bentuk karya sastra yang berupa sajak dengan 1 baitnya ada 2 baris. Isinya adalah berupa nasehat atau petuah. 3. Ismail Hamid Gurindam yakni sebuah karya sastra yang berasal dari Bahasa Sanskrirt. 4. Raja Ali Haji Gurindam adalah salah satu puisi yang terdiri dari dua baris saja dalam satu bait. 5. Za’ba Gurindam merupakan suatu bentuk puisi yang tidak terikat. Ciri Ciri Gurindam Berikut ini terdapat beberapa ciri ciri dari gurindam, yakni sebagai berikut Pada tiap baris berbait a-a, b-b Gurindam hanya terdiri dari dua baris, tidak lebih pada masing-masing sajaknya Setiap baris hanya terdiri dari antara 10 kata Gurindam mengandung amanat atau teori hidup Pada tiap baris gurindam mempunyai interaksi kausalitas Baris kedua merupakan isi Fungsi Gurindam Secara Umum gurindam juga berfungsi sebagai dokumentasi gambaran masyarakat yang dapat memancarkan kreativitas dan estetika serta daya intelektual masyarakat Melayu lama dalam menangani hal-hal kehidupan mereka. Serta untuk menghibur para pendengar, secara tidak langsung memberi nasihat dan juga kritikan yang lembut. Gurindam juga dapat dijadikan media komunikasiantara ahli masyarakat, terutama dalam majlis-majlis yang formal. Macam Macam Gurindam Berikut ini terdapat beberapa macam macam dari gurindam, yakni sebagai berikut Gurindam Berkait Gurindam Berkait ialah gurindam yang sajak pertamanya berkaitan dengan sajak selanjutnya dan pada bait berikutnya. Gurindam Berangkai Gurindam berangkai ialah gurindam yang memiliki kata yang sama pada setiap baris pertama sajaknya. Contoh Gurindam Berikut ini terdapat beberapa contoh dari gurindam, yakni sebagai berikut Gurindam Berkait Sebelum berkata pikir dahulu Supaya tidak melukai hati sahabtmu Gurindam Berangkai Bersuakan apa yang dimaksud sahabat Bersuakan apa yang dimaksud maksiat Gurindam Pendidikan Barang siapa ingin bertanya Maka tanyalah pada ahlinya Gurindam Agama Barang siapa mengenal Allah, Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah Gurindam Nasihat Barang siapa menuntut ilmu Tiada manusia yang akan menipu Gurindam Sindiran Jika dengki sudah bertanah Datanglah daripadanya beberapa anak panah Demikian Penjelasan Materi Tentang Gurindam Pengertian, Ciri, Macam Serta Contoh Gurindam Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi
Pengertian Gurindam – Pecinta karya sastra tahukah anda jika bukan hanya pantun ataupun puisi saja yang harus diketahui. Namun ada gurindam, sebuah bentuk karya sastra lama yang mempunyai ciri khas sebagai pembeda dengan lainnya. Pembeda tersebut dimulai dari pengertian gurindam, ciri – ciri, jenis – jenis beserta contohnya dengan puisi ataupun pantun Pengertian Gurindam Mungkin kata gurindam masih asing ditelinga kalian, gurindam ini terdapat pada pelajaran Bahasa Indonesia namun jarang dibahas kembali, padahal sangat mudah untuk dipelajari Jika dipahami seara detail, bentuk gurindam hampir sama dengan puisi, namun isinya sama dengan pantun. Dengan istilah lain gurindam ini ialah perpaduan antara pantun dan puisi. Berikut adalah beberapa pengertian Gurindam berdasarkan pendapat dari para ahli Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, Gurindam adalah sebuah bentuk karya sastra yang berupa sajak dengan 1 baitnya ada 2 baris. Isinya adalah berupa nasehat atau petuah. Ismail Hamid menyatakan bahwa Gurindam adalah karya sastra yang berasal dari Bahasa Sanskrirt. Sedangkan Raja Ali Haji, menyatakan bahwa Gurindam adalah puisi yang terdiri dari dua baris saja dalam satu bait. Gurindam adalah sajak dua baris yang terbentuk dari kalimat majemuk. Pendapat ini diungkapkan oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Za’ba pun tidak mau ketinggalan menyatakan definisi Gurindam, yaitu sebuah bentuk puisi yang tidak terikat. Berdasarkan beberapa penjelasan dari para ahli tersebut, gurindam merupakan karya sastra yang berisi nasehat, pengingat, atau petuah, yang dituangkan pada dua baris didalam satu bait. Sesuai dengan asal mula nama gurindam, yaitu “Kamrimdam”, yang berarti perumpamaan dan asal mula. Setelah mengetahui pengertiannya diatas kita akan membahas mengenai ciri – cirinya, maka kamu harus mengetahui ciri – cirinya sebagai langkah awal agar bisa membuat gurindam dengan benar. Berikut ini ialah ciri – ciri Gurindam Pada satu bait terdiri dari dua kalimat dua baris saja. Terikat oleh rima dalam setiap baitnya. Dalam setiap bait bersajak A – A, B – B, C – C, D – D, dan seterusnya Gurindam dapat terdiri dari banyak bait. Tiap bait pada gurindam mempunyai kaitan ataupun hubungan sebab akibat. Makna atau artinya mengandung suatu nasehat. Setiap barisnya maksimal terdiri dari 10 kata. Dalam satu bait terdapat 2 baris, dimana baris pertama ialah sampiran, dan baris kedua ialah isi. Jenis – Jenis Jika dilihat dari barisnya ada 2 jenis bentuk guridam, yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Berikut penjabarannya 1. Gurindam Berkait Gurindam berkait merupakan gurindam dimana bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait selanjutnya. Contoh Sebelum berbicara berfikir dahuluAgar tak tersinggung hati kau berbicara semaumu Tentu banyak yang membencimu. Barang siapa tidak mempunyai agamaPastilah sesat hidupnya di dunia. Barang siapa hidupnya tidak ingin sesat di dunia dan akhiratMaka segeralh cepat – cepat bertaubat sebelum terlambat 2. Gurindam berangkai Gurindam berangkai merupakan suatu bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya. Contoh Temukan apa yang dimaksud sahabatTemukan apa yang dimaksud maksiatJanganlah menjadi orang yang memelasNanti kamu menjadi orang yang malas Contoh Gurindam Setelah membahas secara rinci diatas, maka berikut contohnya agar dapat membuatnya setelah membaca nya Banyak harta sudah biasaBanyak sedekah lebih luar biasa Takut miskin saat sedekahBuat hidup takkan pernah indah Jangan takut ikut bersedekahTakutlah jika menjadi serakah Banyak harta bukan tujuan hidupKarena tak dibawa saat mata tertutup Barang siapa tinggalkan sholatMaka menuntun ke perbuatan maksiat Barang siapa melakukan perbuatan maksiatPasti akan mendapatkan siksa di akhirat Jika bekerja tidak berhati lurusPikiran akan terus menjadi tergerus Jika pikiran selalu tergerusPikiran tak karuan tubuh menjadi kurus Bagaimana asal mula nama gurindam ? Asal mula gurindam yaitu “Kamrimdam”, yang artinya yaitu perumpamaan atau asal mula. Sebutkan jenis – jenis gurindam !Gurindam berkait dan gurindam berangkai Mengapa gurindam dikatakan perpaduan antara puisi dan pantun ?Karena bentuk pada gurindam hampir sama dengan pusisi, sedangkan isinya yang tersirat nasehat, petuah, dll sama seperti pantun. Demikianlah pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan baru bagi para pembaca. Baca juga artikel lainnya Kalimat InduktifContoh Pantun KarminaKalimat Deduktif
Pengertian Gurindam Gurindam adalah salah satu jenis puisi Melayu lama yang terdiri atas dua baris dalam satu bait. Baris pertama menyatakan perbuatan dan baris kedua menyatakan akibat yang timbul dari perbuatan tersebut. Gurindam berasal dari India yang memiliki makna suatu sajak dua baris seuntai, serupa dengan pantun kilat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat, misalnya baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan KBBI, 2008 469. Sama halnya seperti karya sastra lainnya, gurindam bertujuan sebagai sarana pendidikan dan hiburan. Ciri-ciri Gurindam Terdiri atas dua baris/larik dalam satu bait Rima akhirnya berpola a-a Sempurna hanya dengan dua baris saja Baris pertama berisi sebab perbuatan dan baris kedua berisi akibat Berisi nasihat dan bersifat mendidik Jenis-jenis Gurindam 1. Gurindam berangkai Gurindam ini diawali dengan kata yang sama pada baris pertama setiap baitnya. Contohnya, Hiduplah dengan menaati aturan Hiduplah dengan menghargai saran 2. Gurindam berkait Pada gurindam ini, antara bait pertama dengan bait selanjutnya memiliki hubungan. Contohnya, Barang siapa meninggalkan zakat Tiadalah hartanya beroleh berkat Persamaan dan Perbedaan Gurindam dengan Pantun dan Syair Berdasarkan bentuknya, gurindam hampir sama dengan pantun kilat atau karmina. Perbedaannya adalah karmina terdiri atas sampiran dan isi, sedangkan gurindam tidak memiliki sampiran. Kedua baris gurindam merupakan kalimat yang memiliki hubungan sebab akibat dan berisi nasihat atau peringatan agar manusia hidup dengan jujur dan lurus. Gurindam juga memiliki kemiripan dengan syair, yaitu tidak memiliki sampiran. Namun, syair terdiri atas empat baris/larik dan isinya berupa rangkaian cerita. Sementara itu, gurindam hanya terdiri atas dua baris dan antar bait tidak selalu memiliki kaitan atau tidak berupa rangkaian cerita. Contoh Gurindam Gurindam Dua Belas Gurindam dua belas ditulis oleh Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, pada 1847 M. Karya ini terdiri atas 12 pasal dan dikategorikan sebagai puisi didaktik, karena berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup yang diridai Allah. Menurut Raja Ali Haji, gurindam adalah perkataan bersajak pada akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangan saja. Sajak pertama merupakan syarah dan sajak kedua seperti jawabannya. Disebut gurindam dua belas karena terdiri atas dua belas pasal. Walaupun hanya terdiri atas dua belas pasal, kandungan isi gurindam dua belas mencakup ranah yang sangat luas, seperti masalah ketuhanan, keluarga, etika pergaulan, dan kenegaraan. Berikut isi pasal gurindam dua belas dari pasal satu hingga pasal tiga. Pasal 1 Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat. Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang teperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah Ia dunia mudarat. Makna dari gurindam pasal pertama ini yaitu menekankan pentingnya beragama. Menurut Raja Ali Haji, orang yang beragama niscaya akan mengetahui dirinya dan mengenal tuhannya, sehingga ia tidak akan terpedaya oleh tipu daya dunia. Pasal 2 Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua termasa. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji. Pada pasal kedua ini Raja Ali Haji menjelaskan bahwa agama mempunyai seperangkat aturan yang akan menuntun manusia menuju kebaikan. Pasal 3 Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadalah damping. Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senunuh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjalan yang membawa rugi. Pada pasal ini menekankan pentingnya menjaga anggota badan, sehingga membawa manusia mendapatkan kebaikan. Selain itu, orang yang lalai menjaga badannya maka akan merugi. Artikel Gurindam Kontributor Nidia Rahma, Alumni Sastra Indonesia FIB UI Materi lainnya Teks Eksplanasi Kata Pengantar Daftar Pustaka
- Gurindam merupakan puisi lama berisi nasihat atau petuah, terdiri atas dua bait dengan rima yang sama. Salah satu contoh gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji yang dibuat pada 1847 gurindam Menurut Rian Damariswara dalam buku Konsep Dasar Kesusastraan Paling Mutakhir 2018, berikut pengertian gurindam "Gurindam merupakan puisi lama yang terdiri dari dua baris. Semua barisnya merupakan isi yang memperlihatkan hubungan sebab akibat." Dikutip dari buku Pantun dan Puisi Lama Melayu 2016 karya Eko Sugiarto, gurindam adalah puisi lama Melayu yang memuat dua lama ini memiliki irama akhir yang sama sebagai satu kesatuan yang utuh. Baca juga Gurindam Pengertian, Sejarah, dan Contohnya Bait atau larik pertama berisi soal perjanjian atau kesepakatan. Sedangkan bait kedua merupakan jawaban atau akibat dari kesepakatan itu. Jika disimpulkan, pengertian gurindam adalah puisi lama yang memuat dua bait, di mana keduanya memperlihatkan hubungan sebab akibat. Ciri-ciri gurindam Dilansir dari Buku Ajar Seni Tari Drama dan Musik Melayu 2023 oleh Zufriady dkk, berikut ciri-ciri gurindam Terdiri dari dua baris Ciri gurindam yang paling khas terletak pada struktur kalimatnya. Puisi lama ini hanya terdiri dari dua baris. Sehingga hal ini membedakannya dengan puisi baru.
Pengertian Gurindam – Masih ingatkah teman-teman dengan karya sastra puisi dalam bahasa Indonesia? Tentu sudah sering mendengar tentang puisi. Ternyata eh ternyata puisi dibagi menjadi dua lho. Puisi lama dan puisi baru. Puisi lama diantaranya Syair, Gurindam dan puisi. Tapi disini akan dibahas tuntas tentang Gurindam saja. Mulai dari pengertian gurindam, ciri-ciri, jenis, fungsi dan contoh lengkapnya. Let’s talk about it! Pengertian Gurindam1. Masruchin 20172. Raja Ali Haji 19893. Ismail Hamid 19894. Sutan Takdir Alisjahbana5. Harun Mat PiahCiri-Ciri Gurindam1. Terdiri dari dua baris2. Strukturnya pernyataan dilanjut konsekuensi3. Bunyi akhir kalimat senada4. Petuah bijak5. Setiap baris dibatasiJenis Gurindam1. Gurindam berkait2. Gurindam berangkaiFungsi Karya Sastra Gurindam1. Mendidik jiwa2. Menghibur manusia3. Merekam kondisi sosial masyarakat4. Menyampaikan dakwah agama Menurut kamus besar bahasa Indonesia KBBI Gurindam secara umum merupakan susunan sajak yang terdiri dua baris dan mengandung petuah hidup. Karya Gurindam adalah sebuah nasehat kepada sesama manusia agar menjalankan kebaikan. 1. Masruchin 2017 Karya sastra lama yang berbentuk puisi, yang terdiri dari dua baris kalimat yang memiliki rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri memiliki lebih dari satu bait yang terdiri dari dua baris tiap baitnya. Dalam baris pertama sebagai baris syarat, masalah, persoalan dan perjanjian. Sementara baris kedua sebagai jawaban akibat dari masalah atau hal yang terjadi pada baris pertama. 2. Raja Ali Haji 1989 Salah satu bentuk puisi Melayu yang terdiri dari dua baris yang berpasangan, bersajak atau berima dan memberikan ide yang lengkap atau sempurna dalam pasangannya. Dengan keadaan yang demikian, baris pertamanya dapat dianggap sebagai syarat protasis dan baris kedua sebagai jawab apodosis. 3. Ismail Hamid 1989 Gurindam berasal dari kata sanskrit yaitu Kirindam yang berarti perumpamaan. Gurindam ini berkembang dalam masyarakat Melayu dan memiliki bentuk teks atau naskah tersendiri. 4. Sutan Takdir Alisjahbana Sebuah kalimat majemuk yang terbagi menjadi dua baris yang bersajak. Tiap baris merupakan kalimat yang terhubung, yang terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat, dengan jumlah suku kata yang tidak ditentukan tiap barisnya. 5. Harun Mat Piah Gurindam adalah puisi Melayu lama, yang memiliki bentuk terikat dan tidak terikat. Bentuk yang terikat terdiri dari dua baris serangkap dan memiliki tiga hingga enam patah perkataan dengan rima a-a. Ciri-Ciri Gurindam Sebagai salah satu bentuk karya sastra, gurindam tentunya memiliki ciri khasnya. Ciri khas yang tidak terdapat pada bentuk karya sastra lain. Berikut ini beberapa ciri khas karya sastra Melayu klasik, Gurindam. 1. Terdiri dari dua baris Ciri khusus karya sastra gurindam adalah struktur naskahnya. Naskah pada gurindam terdiri dari dua baris saja. Tidak lebih dari dua baris. Kekhususan inilah yang membedakan gurindam dengan puisi baru yang lebih dari dua baris. 2. Strukturnya pernyataan dilanjut konsekuensi Ciri yang lebih kentara dan lebih dalam lagi adalah pada struktur teks Gurindam. Pada struktur gurindam dibangun dari dua konsep. Konsep pertama gurindam mengandung pernyataan entah sebuah peristiwa, kasus, dan sebagainya. Contohnya pada satu baris pertama gurindam ini, “ilmu jangan hanya dihafalkan” . Lihatlah konsep baris pertama gurindam tersebut memiliki konsep pernyataan atas sebuah kasus. Kasus dimana banyak orang yang memiliki ilmu tapi tidak diamalkan. Sang pembuat ingin merekam orang-orang yang hanya memiliki ilmu saja tanpa adanya pengamalan. Lalu dilanjutkan dengan konsekuensinya di baris kedua. “Namun juga harus diamalkan”. 3. Bunyi akhir kalimat senada Karya sastra gurindam seperti yang sudah dijelaskan di atas, memiliki ciri selanjutnya yang khas. Bunyi konsonan teks Gurindam sama. Artinya ketika bunyi konsonan “A” pada baris pertama, maka demikian juga pada baris kedua. Rima yang ada pada gurindam selalu berakhiran a-a, b-b, c-c, d-d, e-e dan sebagainya. Jika tidak begitu berarti bukan termasuk dalam kategori karya sastra Melayu gurindam. 4. Petuah bijak Salah satu ciri khusus yang paling mendalam dari gurindam adalah mengandung ajaran hidup. Nasehat bijak kepada sesama manusia agar melakukan kebaikan selama hidup di dunia. Berbeda dengan karya sastra puisi baru yang bisa bertemakan umum. Karya sastra gurindam hanya dapat ditemui berupa nasehat kehidupan yang sebagian besar dipengaruhi oleh agama. 5. Setiap baris dibatasi Uniknya karya sastra puisi lama yang satu ini adalah setiap baris hanya terdiri 2 hingga 6 kata saja. Inilah singkatnya kata menjadikan alasan bahwa gurindam dikategorikan karya sastra yang mengandung ajaran hidup yang luhur. Walau begitu ada juga gurindam yang bertemakan umum. Jenis Gurindam Karya sastra puisi lama gurindam, memiliki dua jenis yang perlu sobat Grameds ketahui. Gurindam berkait dan gurindam berangkai. Agar tidak bingung membedakannya, yuk langsung saja kupas satu persatu. 1. Gurindam berkait Gurindam jenis pertama ini memiliki teks berkait antara baris satu dan dua. Begitupun dengan baru selanjutnya terus berkaitan. 2. Gurindam berangkai Berbeda dengan gurindam berkait, gurindam ini memiliki kata yang sama pada setiap dua baris. Jadi selain bunyi konsonan sama, kata awal juga memiliki kesamaan. Fungsi Karya Sastra Gurindam Karya sastra gurindam dibuat secara khusus dan mendalam tersebut pasti ada fungsinya. Tentu saja fungsinya mengarah kepada kebaikan dan menghindari dari keburukan. Seseorang yang membacai karya sastra gurindam maka ia akan mendapatkan fungsi secara intelektual dari teks-teks berbaris tidak lebih dari 6 kata itu. 1. Mendidik jiwa Keaslian sebuah karya sastra yang dibarengi penghayatan hidup secara otomatis akan mendidik jiwa baik si pembuatnya maupun pembaca. Gurindam yang sebagian besar berupa petuah agama dapat berfungsi untuk mendidik sisi kejiwaan manusia. 2. Menghibur manusia Sebagai karya rekaan manusia selain berfungsi untuk mendidik jiwa manusia lebih baik lagi, gurindam bisa berfungsi untuk menghibur juga lho. Tema-tema gurindam yang berlatar “kasmaran” biasanya sangat menghibur pembaca. Sebab dari sana dilihatkan bagaimana lebay dan konyolnya orang yang sedang jatuh cinta. 3. Merekam kondisi sosial masyarakat Kreativitas penulis gurindam yang dapat merekam kondisi sosial masyarakat menjadikan karya sastra puisi lama ini berfungsi untuk mengamati kondisi sosial budaya masyarakat. Gurindam mampu merekam segala kejadian dalam beberapa kalimat pendek. 4. Menyampaikan dakwah agama Adanya karya sastra gurindam, akhirnya memudahkan para da’i menyebarkan ajaran-ajaran agama. Agama manapun yang tujuannya agar manusia melakukan kebaikan dan senantiasa menghindari keburukan. Bahkan banyak karya sastra gurindam yang mengandung nilai-nilai ajaran luhur agama Islam dan budaya bangsa. Sebab gurindam sendiyoun dari budaya Melayu yang memiliki kedekatan dengan agama. Contoh-Contoh Gurindam Selanjutnya kita akan bahas contoh gurindam yang pernah dibuat oleh para sastrawan. Salah satu karya sastra puisi lama Gurindam yang terkenal adalah milik Raja Ali Haji. Karya sastra puisi lama milik Raja Ali Haji berisikan 12 pasal. “Gurindam Dua Belas” Pasal 1 Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang yang ma’rifat. Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang teperdaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah Ia dunia mudarat. Pasal 2 Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua termasa. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji. Pasal 3 Apabila terpelihara mata, sedikitlah cita-cita. Apabila terpelihara kuping, khabar yang jahat tiadaiah damping. Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya paedah. Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan, daripada segala berat dan ringan. Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senunuh. Anggota tengah hendaklah ingat, di situlah banyak orang yang hilang semangat. Hendaklah peliharakan kaki, daripada berjaian yang membawa rugi. Pasal 4 Hail kerajaan di dalam tubuh, jikalau lalim segala anggotapun rubuh. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, di situlah banyak orang yang tergelincir. Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala. Jika sedikitpun berbuat bohong, boleh diumpamakan mulutnya itu pekong. Tanda orang yang amat celaka, aib dirinya tiada ia sangka. Bakhil jangan diberi singgah, itupun perampok yang amat gagah. Barang siapa yang sudah besar, janganlah kelakuannya membuat kasar. Barang siapa perkataan kotor, mulutnya itu umpama ketur. Di mana tahu salah diri, jika tidak orang lain yang berperi. Pasal 5 Jika hendak mengenai orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa, Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. Pasal 6 Cahari olehmu akan sahabat, yang boleh dijadikan obat. Cahari olehmu akan guru, yang boleh tahukan tiap seteru. Cahari olehmu akan isteri, yang boleh dimenyerahkan diri. Cahari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. Cahari olehmu akan abdi, yang ada baik sedikit budi. Pasal 7 Apabila banyak berkata-kata, di situlah jalan masuk dusta. Apabila banyak berlebih-lebihan suka, itulah landa hampirkan duka. Apabila kita kurang siasat, itulah tanda pekerjaan hendak sesat. Apabila anak tidak dilatih, I’ika besar bapanya letih. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda dirinya kurang. Apabila orang yang banyak tidur, sia-sia sahajalah umur. Apabila mendengar akan khabar, menerimanya itu hendaklah sabar. Apabila menengar akan aduan, membicarakannya itu hendaklah cemburuan. Apabila perkataan yang lemah-lembut, lekaslah segala orang mengikut. Apabila perkataan yang amat kasar, lekaslah orang sekalian gusar. Apabila pekerjaan yang amat benar, tidak boleh orang berbuat onar. Pasal 8 Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya. Kepada dirinya ia aniaya, orang itu jangan engkau percaya. Lidah yang suka membenarkan dirinya, daripada yang lain dapat kesalahannya. Daripada memuji diri hendaklah sabar, biar dan pada orang datangnya khabar. Orang yang suka menampakkan jasa, setengah daripada syirik mengaku kuasa. Kejahatan diri sembunyikan, kebalikan diri diamkan. Keaiban orang jangan dibuka, keaiban diri hendaklah sangka. Pasal 9 Tahu pekerjaan tak baik, tetapi dikerjakan, bukannya manusia yaituiah syaitan. Kejahatan seorang perempuan tua, itulah iblis punya penggawa. Kepada segaia hamba-hamba raja, di situlah syaitan tempatnya manja. Kebanyakan orang yang muda-muda, di situlah syaitan tempat berkuda. Perkumpulan laki-laki dengan perempuan, di situlah syaitan punya jamuan. Adapun orang tua yang hemat, syaitan tak suka membuat sahabat. Jika orang muda kuat berguru, dengan syaitan jadi berseteru. Pasal 10 Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka. Dengan ibu hendaklah hormat, supaya badan dapat selamat. Dengan anak janganlah lalai, supaya boleh naik ke tengah balai. Dengan isteri dan gundik janganlah alpa, supaya kemaluan jangan menerpa. Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill. Pasal 11 Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa. Hendaklah jadi kepala, buang perangai yang cela. Hendaklah memegang amanat, buanglah khianat. Hendak marah, dahulukan hajat. Hendak dimulai, jangan melalui. Hendak ramai, murahkan perangai. Pasal 12 Raja muafakat dengan menteri, seperti kebun berpagarkan duri. Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja. Hukum adil atas rakyat, tanda raja beroleh anayat. Kasihan orang yang berilmu, tanda rahmat atas dirimu. Hormat akan orang yang pandai, tanda mengenal kasa dan cindai. Ingatkan dirinya mati, itulah asal berbuat bakti. Akhirat itu terlalu nyata, kepada hati yang tidak buta. Itulah pembahasan mengenai karya sastra puisi lama Gurindam. Pembahasan dari pengertian hingga jenis, fungsi dan contohnya dari Gurindam dua belas milik Raja Ali Haji. Untuk memperkaya lagi bacaan tentang sastra Melayu, kamu bisa baca dan mencari buku-buku sastra lainnya di Gramedia. Siapa tahu kamu berbakat menjadi sastawan macam Raja Ali Haji dengan gurindam-gurindam lainnya. BACA JUGA Daftar Buku Sastra Indonesia Best Seller 2022 di Gramedia List Best Seller Buku Sastra Indonesia List Best Seller Buku Puisi Pengertian Puisi Jenis-Jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
berikut ini yang bukan merupakan ciri gurindam adalah