Jikakepribadian sebagai suatu identitas dari suatu bangsa, maka persoalannya adalah bagaimana pengertian suatu bangsa itu. Bangsa pada hakikatnya aalah sekelompok besar manusia yang mempunyai persamaan nasib dalam proses sejarahnya, sehingga mempunyai persamaan watak atau karakter yang kuat untuk bersatu dan hidup bersama mendiami suatu wilayah tertentu sebagai suatu "kesatuan nasional" Itulahtujuan bersatu menjadi indonesia. Maka bersatulah wahai pemuda pemudi dan ubahlah negara indonesia menjadi lebih baik. ZA&dunia.. Indonesia harus bisa belajar dari negara Mereka akan merasa bangga dengan adanya kemajemukan bangsa indonesia sebagai kekayaan yang harus dipertahankan. Jika bangsa indonesia selalu bersatu maka akan menjadi bangsa yang. Sikapkritis tersebut tidak berarti menolak globalisasi secara keseluruhan tetapi harus diiringi dengan berbagai agenda untuk membangun keunggulan kompetitif bangsa (LP3ES, 2003). tinggi rendahnya harkat, derajat dan martabat suatu bangsa akan diukur dari tingkat kesejahteraan, budaya dan peradaban bangsa tersebut (Dadang Iskandar, 2007 2 Nilai-Nilai Karakter Bangsa Indonesia. Ada tujuh budi utama yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia menurut Ary Ginanjar yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli yang harus dilandasi dengan empat pilar bangsa yaitu pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Nilaibudaya suatu bangsa menjadi landasan bagi pembangunan suatu Negara, serta merupakan alat seleksi bagi pengaruh luar yang sudah tidak terkendali. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas. Modul Perspektif Global Deki Wibowo, M.Pd. STKIP MELAWI 2013/2014 (Genap) Globalisasi jaringan informasi. Jika terjadi berbagai strategi permainan sepak bola harus diterapkan terutama dalam. Dampak Negatif Globalisasi. Selain dari sebuah peluang, globalisasi juga ternyata bisa mejadi ancaman. Contohnya, perkembangan teknologi informasi melalui peralatan canggih telah menjadikan informasi antarbangsa dapat di akses tanpa pengawasan negara. Hal ini tentunya menjadikan suatu bangsa tidak menolak nilai-nilai budaya yang masuk ke negaranya. Nilai budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa bisa mengubah [ola pikir dan tingkah laku masyarakat yang tentunya dapat mengakibatkan bahaya tersendiri bagi suatu negara. Bahaya yang terjadipun bisa terjadi tanpa peperangan sebab cukup dengan menyebarkan informasi tentang tentang nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi maka suatu bangsa akan dapat hancur. Selain daripada hal tersebut diatas, juga terjadi pergeseran dalam hal cara pemilihan barang. Produsen luar negeri lebih banyak menawarkan produknya dengan harga yang lebih murah sehingga otomatis melemahkan kemampuan daya saing produk lokal. Dan hal tersebut senada dengan mentalitas masyarakat Indonesia yang konsumtif dan memiliki sifat bangga jika menggunakan atau mengkonsumsi produk dengan label luar negeri. Akibatnya, perusahaan nasional dan pengusaha lokal dapat mengalami kebangkrutan. Dampak Negatif Globalisasi Berikut ini adalah beberapa dampak negatif lain dari globalisasi yang diantaranya adalah sebagai berikut c. Kesenjangan Sosial Ekonomi, e. Pencemaran Lingkungan, g. Individualisme yang Semakin Tinggi. A. Dampak Westernisasi. Westernisasi adalah suatu perubahan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktifitas kebarat-baratan yang dilakukan dengan cara meniru gaya hidup bangsa Amerika atau Eropa. Mengapa demikian? sebab bangsa Amerika atau Eropa di anggap lebih modern sehingga muncul anggapan bahwa menirukan gaya mereka akan disebut modern. Padahal, jika kita cermati, gaya hidup dan perilaku bangsa barat belum tentu sesuai dengan budaya kita. Gaya hidup yang bermewah-mewahan, gaya rambut yang di pirang, pergi ke club malam, Dugem adalah salah satu contoh dari salah satu bentuk westernisasi. Westernisasi dapat terjadi sebab masyarakat sering menyalahartikan antara westerniasi dan modernisasi padahal antara westernisasi, modernisasi dan globalisasi itu merupakan hal yang berbeda. Gobalisasi sebagai media penyebaran berbagia hal di dunia tidak hanya penyebaran hal-hal yang berasal dari barat, tetapi juga penyebaran unsur-unsur lain yang bersifat universal. 1. Penyebab Westerniasi. Kurangnya penguasaan dan berkembangnya iptek. Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri. Maraknya budaya barat dan akulturasi pencampuran budaya. Kurangnya kesadaran masyarakat memilah budaya baik atau buruk. Munculkan keinginan untuk mencari kebebasan, seperti negara-negara barat. Meniru gaya berbusana, gaya rambut, juga gaya hidup kebarat-baratan. 2. Dampak Positif Westernisasi. Dapat menguasai iptek. Terjadi akulturasi pencampuran budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya sebab masyarakat selalu menginginkan hal-hal baru. Penggunaan bahasa lain dalam komunikasi meningkatkan wawasan dan pengetahuan. Munculnya ide-ide baru yang dapat membantu kemajuan iptek. 3. Werternisasi. Lunturnya jiwa nasionalis dan jati diri bangsa. Melunturkan sifat semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri. Gaya hidup yang bersifat konsumtif. Mencari segala sesuatu yang instan. Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme, mengakibatan munculnya pornografi, pergaulan bebas, dan sebagainya. B. Dampak Demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya aau merosotnya akhlak atau moral seseorang yang contohnya, Seperti munculnya perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma didalam masyarakat antara lain pembunuhan, pencurian, korupsi, dan juga pergaulan bebas yang tentunya berdampak pada meningkatnya angka kriminalitas didalam masyarakat. C. Dampak Kesenjangan Sosial Ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang menonjol antara satu kelompok dengan kelompok yang lainnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidak merataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang di terima masyarakat belum merata. Hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan globalisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Ketidak merataan dan ketidak seimbangan hasil pembangunan pada akhirnya bisa membahayakan kehidupan sosial diantaranya yaitu terjadinya kecemburuan sosial. Contoh dari dampak kesenjangan sosial ekonomi tersebut adalah semakin meningkatnya angka kriminalitas, kemiskinan yang semakin menyebar, dan kualitas kesehatan yang semakin menurun. Menomorsatukan pendidikan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan sistem keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan terhadap mafia hukum adalah beberapa di antara upaya yang dapat diterapkan untuk menanggulangi kesenjangan sosial ekonomi tersebut. D. Dampak Kriminalitas. Kriminalitas adalah dampak lanjutan dari segala bentuk masalah sosial yang muncul di dalam masyarakat. Lalu apakah yang menyebabkan terjadinya kriminaslitas, berikut ulasannya a. pertentangan dan persaingan. b. perbedaan ideologi politik. c. kepadatan dan komposisi penduduk. d. perbedaan kekayaan dan pendapatan, serta e. mentalitas yang labil. Banyaknya kriminalitas yang terjadi mengakibatkan dampak yang tidak sedikit yang diantaranya adalah sebagai berikut a. merugikan pihak lain baik materil ataupun immateril. b. merugikan masyarakat secara keseluruhan. d. mengganggu stabilitas keamanan dalam masyarakat. Kriminalitas yang terjadi, mengharuskan berbagai pihak berfikir untuk mencari cara pemecahan yang efektif di antaranya adalah a. menegakkan sanksi hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. b. mengaktifkan peran orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. c. selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa, dan d. menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai dan norma dalam masyarakat. E. Dampak Pencemaran Lingkungan. Pencemaran merupakan perbuatan mencemari atau membuat lingkungan mencadi tercemar. Masuknya perusahaan asing sebagai bagian dan proses dari globalisasi telah membawa perubahan pula dalam lingkingan alam. Kemudahan telah kita nikmati sebagai dampak dari globalisasi, namun demikian, kegiaan globalisasi yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan amdal sering menyebabkan malapetaka, yakni berupa pencemaran terhadap lingkungan yang di akibatkan oleh penggunaan teknologi, alat mesin yang digunakan oleh pabrik atau industri. Pencemaran dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yakni pencemaran tanah, air, udara, suara yang ditandai dengan berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingungan tidak dapat berfungsi lagi sebagai mana peruntukannya. Pencemaran lingkungan, baik itu lingkungan udara, air, tanah dan suara, akan berdampak pada kesehatan tubuh manusia maupun mahluk lainnya. Adapun usaha yang dilakukan untuk menajaga kelestarian lingkungan yakni berupa penanggulangan administratif, edukatif dan juga teknologis. F. Dampak Kenakalan Remaja. Vandalisme atau tawuran merupakan gejala kenakalan remaja yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar yang mencerminkan bahwa nilai budaya bangsa semakin memudar oleh kalangan remaja. Kenakalan remaja juga disebut dengan Juvenille deliquency. Kartini Kartono 1992 menjelaskan bahwa kenakalan remaja adalah gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan sifat atau perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai perbuatan anak remaja usia belasan tahun yang berlawanan dengan ketertiban umum nilai-nilai norma yang diakui masyarakat yang ditujukan oleh orang, binatang, dan atau barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Salah satu faktor penyebab kenakalan remaja adalah demonstration effect, yaitu pola hidup yang tidak memperlihatkan penampilan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya demi diperolehnya gengsi atau prastise. Dalam hal ini, para remaja berusaha menampilkan sifat dan pola hidup seolah-olah kaya, maju, modrn, dan sebagainya mau di kata yang banyak mereka peroleh dari media massa, sehingga remaja mempunyai kecenderungan untuk konsumtif, atau agar di anggap up to date. Berikut adalah contoh dari bentuk-bentuk kenakalan remaja yang terdiri dari bentuk kenakalannya, gejalanya dan faktor penyebab kenakalan remaja yang diantaranya adalah sebagai berikut Artikel terkait lainnya Dampak Positif Globalisasi a. Bentuk - bentuk kenakalan remaja. kenakalan yang menimbulkan korban fisik seperti perkelahian, perampokan dan pembunuhan, kenakalan remaja yang menimbulkan korban materi seperti perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, kenakalan yang merugikan diri sendiri seperti penyalahgunaan markoba, kenakalan yang melawan status sebagai pelajar seperti bolos sekolah, membantah orang tua dan meninggalkan rumah, kenakalan nonkriminal adalah kenakalan yang cenderung tertaring pada kesenangan yang sifatnya menyendiri, apatis terhadap kegiaan masyarakat aau sekolah, melamun, mudah tersinggung, dan sebagainya, perasaannya sangat peka dan mudah terluka, cepat tersinggung, dan membesar-besarkan kekuranan sendiri. b. Gejala dari bentuk kenakalan remaja tersebut adalah ngebut di jalan, mebentuk kelompok dengan aturan-aturan yang tidak etis seperti kelompok pergaulan bebas, membentuk kelompok yang cenderung membawa kearah yang destruktif seperti tawuran dan pemerasan, pengedaran gambar atau VCD porno dikalangan anak remaja, memakai, mengedar, dan memasuki jaringan pemakaian narkoba dan obat-obatan terlarang, tindakan indesipliner di sekolah, di rumah, di tempat umum, misalnya tidak masuk sekolah, membolos, tawuran, tidak patuh pada orang tua, dan guru, mencorat coret dan merusak faslitas umum, melakukan sifat penyimpangan seksual seperti pemerkosaan, pencabulan, kumpul kebo, dan sebagainya, melakukan tidandakan kriminal seperti, mencuri, merampok, membunuh, dan sebagainya. c. Faktor penyebab kenakalan remaja, dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal yang ulasannya adalah sebagai berikut a. Faktor eksternal / faktor penyebab dari luar Kondisi lingkungan keluarga seperti orang tua yagn terlalu sibuk dengan karir dan pekerjaannya dan akhirnya menjadi kurang memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya, kurangnya proses dialogis dan komunikasi efektif antara orang tua dan anak. Kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik seperti kurangnya pengawasan lembaga sosial masyarakat terhadap perilaku anak muda sekarang seperti melakukan toleransi terhadap perilaku mabuk- mabukan yang di anggap wajar, tindakan perkelahian di anggap biasa saja yang mencerminkan sikap kurang tegas atau pembiaran. Kondisi geografis atau kondisi alam fisik seperti kondisi geografis yang tidak subur, kering, tandus, juga menjadi penyebab sesorang remaja melakukan tindakan menyimpang, terlebih pada indiviu yang bermental negatif, seperti melkukan pencurian, mengganggu keamanan, dan melakukan perusakan. Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik seperti terjadinya kecemburan sosial akibat dari kesenjangan yang nyata antara orang kaya dan orang miskin yang akhirnya menyebabkan aksi pencurian, perusakan, dan juga perampokan. Disintegrasi politik seperti perang, konflik antarparpol, dan sebagainya dapat memengaruhi remaja yang kemudian dapat menimbulkan tindakan penyimpangan. b. Faktor internal dari dalam diri remaja Krisis Identitas yakni perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi yaitu 1. terbentuknya perasaan akan konsisten dalam kehidupannya. 2. tercapainya identitas peran yang dimana kenakalan tersebut dapat terjadi ketika ramaja tersebut gagal mendapatkan peran yagn kedua. Faktor kepribadian yakni kepribadian yang tidak dibentuk dengan baik dapat mengarahkan remaja untuk melakukan kenakalan remaja yang menyimpang dari nilai norma yang berlaku. Faktor status dan perannya dalam masyarakat, tindakan menyimpang terhadap hukum yang perah dilakukan anak mendorong kembali anak tersebut untuk melakukan penyimpangan. Seorang anak yang pernah melakukan penyimpngan hukum sering kali di masyarakat disebut dengan 'eks atua mantan eks' dimana istilah tersebut sulit diterima oleh sang anak sehingga dapat menjaid pemicu kembalinya anak tersebut untuk berbuat tindakan yang menyimpang. c. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain adalah menguatkan sikap mental remaja agar mampu menyelesaikan persoalan yang di hadapinya, membarikan pendidikan tdak hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan namun juga pendidikan metal, pribadi, agama dan budi pekerti, menyediakan sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar, menyelenggarak kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan pendangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif, mendirikan tempat latihan untuk menyalurkan kreativitas para remaja delikuensi dan nondelikuen. G. Dampak Individualisme yang Semakin Tinggi. Individualis bisa disebut dengan perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain. Hal ini terjadi sebab sosialisasi yang dilakukan berdasarkan atas kepentingan semata beberapa contoh sikap individualisme yang berkembang hingga ke panduduk desa pada masa ini ialah menggunakan hanephone tanpa memperhatikan lingkungan di sekitarnya sebagai betuk dampak dari perkembangan teknologi, ketidak pedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, seperti kaum miskin yang ada di sekitarnya. Demikian ulasan tentang Dampak Negatif Globalisasi diatas semoga bermanfaat dan terimakasih. Sumber Kemendikbud-RI_Jakarta,2018 Penulis Iwan Setiawan, dkk Penelaah Baha Uddin, dkk Pereview Mulyana [ 8/10/2015] Tidak lama lagi kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA. Namun hingga saat ini, perspektif masyarakat Indonesia dalam menghadapi MEA ini belum sama. Ada yang menghadapi positif, ada pula yang negatif. Perbedaan perspektif ini terjadi baik di tataran pemerintahan maupun masyarakat. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Dr. Arry Bainus, MA., saat mengisi kuliah umum bertema ā€œPeluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Komunitas ASEAN 2015ā€ di Aula FISIP Universitas Halu Oleo Kendari, Rabu 7/10 kemarin. Foto oleh Purnomo Sidik* ā€œMEA di Indonesia perspektifnya belum sama, karena ada yang pro ada yang kontra. Ada yang melihatnya pesimis dan ada yang melihatnya optimis,ā€ tutur Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad yang juga merupakan dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP Unpad, Dr. Arry Bainus, MA., saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Universitas Halu Oleo UHO, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu 7/10 kemarin. Kuliah umum bertema ā€œPeluang dan Tantangan Indonesia Menghadapi Komunitas ASEAN 2015ā€ ini diselenggarakan di Aula FISIP UHO. Orang-orang yang optimis melihat bahwa MEA ini menjanjikan dan memiliki potensi luar biasa terhadap perkembangan sumber daya manusia dan produk hasil karya Indonesia. Saat ini, sudah semakin banyak orang yang sadar mengenai pentingnya tenaga kerja profesional dan perlunya kepakaran. Misalnya, semakin dihargainya tenaga perawat dari Indonesia. Sementara orang yang melihat dari sisi negatif, melihat bahwa MEA ini akan menjadikan Indonesia sebagai pasar yang besar, karena kita memiliki potensi wilayah dan penduduk yang besar. Akan semakin banyak produk luar negeri dan tenaga profesional luar negeri yang masuk ke Indonesia, dan dikhawatirkan akan mematikan potensi SDM dalam negeri karena tidak mampu bersaing. Kepada para mahasiswa UHO Kendari ini, Dr. Arry pun menyarankan ada yang meneliti secara khusus mengenai kesiapan pemerintah dan masyarakat Kendari dalam menghadapi MEA. Bagaimana pun perspektif masyarakat mengenai MEA, kita tetap tidak bisa menghindari dan harus siap menghadapi MEA di penghujung Desember 2015 ini. Hal yang sama pun terjadi ketika kita menghadapi globalisasi. Menurut Dr. Arry, tidak ada satu negara pun yang dapat menghindari globalisasi, bahkan untuk negara tertutup sekalipun. Korea Utara misalnya, meski merupakan negara tertutup, tapi negara ini tetap membutuhkan barang dan tenaga ahli dari luar negerinya. ā€œGlobalisasi itu jangan dimaknai sebagai sesuatu hal yang dianggap westernisasi. Globalisasi itu kita harus sepakati bahwa itu adalah suatu proses dimana dunia ini menjadi satu, karena adanya mobilisasi manusia dan ide, dan teknologi,ā€ ujar dr. Arry. Sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari, maka globalisasi harus disikapi secara bijak. Yakni, apabila ada nilai-nilai yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut, maka semestinya kita hindari. Apabila ada nilai-nilai baik untuk Indonesia, maka dapat kita terapkan. Hal ini pun pernah dilakukan oleh para pendiri bangsa ini dulu, diantaranya adalah ketika perumusan Pancasila. Dr. Arry menjelaskan bahwa Pancasila merupakan hasil pemikiran-pemikiran para founding father yang sudah membaca pemikiran-pemikiran dari luar. Bukan hanya menyikapi secara bijak, Indonesia bahkan harus bisa menyumbang pada globalisasi. Dr. Arry mencontohkan mie dari China yang kini sudah mengglobal, sementara tidak ada makanan dari Indonesia yang mengglobal. ā€œDengan cara seperti apa? Kita harus menjadi bangsa yang kreatif. Bisa bangsa yang mendobrak semua benteng-benteng yang seolah-olah kemajuan itu dari luar,ā€ paparnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana / eh Menurut pendapat Krsna Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara 2005. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. Kemajuan globalisasi terutama ditandai dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya sangat berdampak bagi keberadaan aspek kehidupan khususnya dalam bidang pendidikan, baik itu berupa dampak positif atau negatif. Hal ini terlihat dengan adanya sekolah-sekolah yang membuka kelas bilingual, dengan diterapkannya bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran wajib. Selain itu sekolah-sekolah menengah hingga perguruan tinggi sudah banyak yang membuka kelas Internasional. Untuk Indonesia hal ini tidak lain dimaksudkan agar tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di dunia internasional dan menjawab berbagai tantangan globalisasi. Dengan dimilikinya tenaga-tenaga kerja yang berkualitas, tentunya akan membawa dampak positif tersendiri bagi Indonesia. Indonesia mampu memperbaiki kualitas ekonomi, sehingga mampu masuk jajaran raksasa ekonomi dunia. Namun hal ini tentu sangat membutuhkan perpaduan antara kemampuan otak yang mumpuni dan keterampilan dasar yang tinggi. Salah satu kuncinya adalah dengan globalisasi pendidikan yang dipadukan dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia khususnya dengan sumber daya manusianya. Beberapa dampak positif globalisasi dalam bidang pendidikan 1. Semakin mudahnya akses informasi. Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi telah mempermudah pekerjaan manusia, khususnya dalam hal akses informasi. Internet kini sudah menjadi kebutuhan tersendiri. Dengan internet, masyarakat dapat mengakses informasi dalam waktu yang sangat singkat. Informasi yang diakses tidak terbatas dalam negeri, melainkan dari seluruh dunia dapat diperoleh melalu internet. Bagi siswa tentu ini sangat memudahkan bagi mereka untuk memperoleh sumber belajar lain, disamping dari buku dan penjelasan guru. 2. Globalisasi dalam pendidikan akan menciptakan manusia yang profesional dan berstandar internasional dalam bidang pendidikan. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pendidik. Apaila pendidikan dilakukan dilaksanakan secara berkualitas dan mengikuti perkembangan arus globalisasi maka akan menghasilkan lulusan yang siap kerja seuai dengan keahliannya, termasuk dihasilkannya tenaga pendidik yang pofesional dan berstandar internasional. Hal ini tentunya akan membawa perkembangan positif bagi peserta didik yang diajarnya kelak, yaitu dihasilkannya lulusan yang berkualitas. 3. Globalisasi akan membawa dunia pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Globalisasi pendidikanterjadi secara mengglobal atau mendunia, segala perubahan-perubahan aspek pendidikan terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia. Apabila perkembangan globalisasi dapat diikuti dan disesuaikan dengan tepat, maka akan membuat kualitas pendidikan Indonesia memiliki standar yang sama atau lebih bagus dari negara-negara lain. Sehingga pendidikan di Indonesia dapat disejajarkan atau mampu bersaing dengan negara-negara lain. 4. Globalisasi akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing. Seperti yang telah dijelaskan diatas, apabila pendidikan dilaksanakan secara berkualitas dan mengikuti kebutuhan dan perkembangan globalisasi, maka akan menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di dunia Internasional. 5. Adanya perubahan struktur dan sistem pendidikan yang meningkatkan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Demi terselenggarakannya pendidikan yang lebih bermutu dan berkualitas, tidak mungkin mempertahankan struktur dan metode pendidikan yang sudah ada. Semua harus menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan saat ini. Misalnya dengan memanfaatkan teknologi berupa media pembelajaran berbasis komputer, internet atau sejenisnya. Selain itu diperlukan juga evaluasi terhadap kurikulum yang sudah ada sehingga dapat dilakukan pembenahan pada rancangan kurikulum selanjutnya. Pemanfaatan teknologi baru, seperti komputer dan internet, telah membawa perubahan yang luar biasa dalam dunia pendidikan dan sudah menjadi pemandangan biasa dalam praktik pembelajaran di sekolah di Indonesia. Selain itu akibat kemajuan teknologi, pola pengajaran pada dunia pendidikan pun juga turut berubah. Apabila dulu, guru hanya menulis dengan sebatang kapur untuk menulis, menggambar sederhana serta menggunakan media-media elajar sederhana, kini dengan komputer, tulisan, gambar, suara, film dan lain-lain dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi materi belajar. Globalisasi adalah sesuatu yang telah terjadi saat ini. Oleh karena itu, kita tidak mungkin menolak atau lari dari globalisasi tersebut. Apabila dikaji lebih mendalam, sebenarnya banyak nilai yang positif dalam globalisasi tersebut dan harus diaplikasikan. Misalnya, kehadiran perusahaan Jepang di Indonesia ternyata membawa nilai-nilai baik dari rakyat Jepang. Hal tersebut dikenal dengan budaya Kaizen. Budaya Kaizen memandang bahwa cara hidup kita, baik dalam bekerja, kehidupan sosial, dan kehidupan rumah tangga perlu disempurnakan setiap saat. Hal ini mengandung arti bahwa kita harus selalu menyempurnakan hidup dan kehidupan kita. Gerakan Kaizen yang diterapkan masyarakat Jepang dikenal dengan gerakan 5-S, yaitu Seiri, artinya membereskan; Seiton, artinya menata; Seiso, artinya membersihkan; Seiketsu, artinya membiasakan; Shitsuke, artinya disiplin. Ajaran ā€œKaizenā€ menyebabkan Jepang dapat menjadi bangsa yang unggul di dunia. Ajaran tersebut dapat diterapkan menjadi sesuatu yang positif jika dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia. Keunggulan yang dimiliki oleh bangsa Barat dan pengaruh negatif yang ditimbulkan globalisasi tidak perlu kita sikapi dengan perilaku yang berlebihan. Justru, nilai positif dari globalisasi, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, manajemen, pendidikan, cara kerja, pola pikir, dan tanggung jawab perlu kita serap dalam kehidupan sehari-hari. Nilai positif globalisasi ini dapat kita serap dan kita jadikan sebagai instrumen dalam memacu keunggulan bangsa. Nilai-nilai budaya bangsa yang harus tetap dipertahankan dalam era globalisasi, di antaranya beriman dan bertakwa, keseimbangan rasionalisme dan spirit ualisme, nilai kesucian per kawinan dan keluarga, tradisi, moral, serta energi keagaman yang penuh rahmat perlu dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setelah nilai-nilai tersebut dilaksanakan, maka kita sinergikan dengan nilai globalisasi, seperti penghematan, iptek, pemerintahan yang bersih dan berwibawa, demokrasi, tepat waktu, pelayanan yang lebih baik, meng hilangkan nilai feodal, dan rasional. Setelah nilai globalisasi terintegrasi menyatu dengan nilai dasar budaya bangsa maka kita sebagai bangsa yang berdaulat berkewajiban menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai bangsa, yakni dengan cara mendidik anak bangsa agar menjadi manusia Indonesia yang dilandasi oleh nilainilai budaya bangsa dan memiliki kemampuan untuk ber kompetisi dalam dunia global. Sikap positif lain yang perlu dikembangkan untuk bisa berperan di era globalisasi adalah sebagai berikut Berkompetisi dalam kemajuan iptek; Meningkatkan motif berprestasi; Meningkatkan kualitas/mutu; Selalu berorientasi ke masa depan. Pancasila merupakan penyaring terhadap pengaruh globalisasi. Kita sebagai warga negara Indonesia harus memiliki sikap dan usaha untuk menghadapi pengaruh dari proses globalisasi, di antaranya sebagai berikut. Selalu berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai penyaring terhadap pengaruh globalisasi yang bersifat negatif. Selalu meningkatkan penghayatan dan pengamalan kita terhadap Pancasila untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Selalu meningkatkan ilmu pengetahuan kita agar dapat menilai mana yang dianggap baik dan benar terhadap pengaruh globa lisasi. Selalu meningkatkan pendidikan dan keterampilan kita agar dapat menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain. Selalu meningkatkan penguasaan kita terhadap teknologi modern di segala bidang sehingga tidak tertinggal dan bergantung pada bangsa lain. Selalu mempertahankan dan melestarikan budaya lokal tradisional agar tidak digantikan oleh budaya bangsa asing. Selalu meningkatkan kualitas produk hasil produksi dalam negeri sehingga dapat igunakan dan selalu dicintai oleh masyarakat dalam negeri. Selain itu, produk hasil produksi dapat bersaing dan dapat merebut pasar lokal serta internasional. Selalu menumbuhkan sikap terbuka dan tanggap terhadap pembaruan sehingga mampu menilai pengaruh yang dinilai baik bagi pembangunan. Jadi sifat-sifat positif manusia modern sangat penting dikembang kan dalam era globalisasi. Seperti halnya arus sungai, globalisasi bagaikan air bah yang menerjang deras pada setiap sendi dan aspek kehidupan kita, bangsa Indonesia. Menolak atau bahkan menghindar dari globalisasi bukanlah sikap tepat dan bijaksana. Tetapi untuk ikut terseret pada arusnya juga merupakan sikap konyol yang tidak perlu kita lakukan. Lantas bagaimana kita harus menyikapi globalisasi yang melanda kehidupan bangsa kita, sementara tidak ada lembaga maupun individu yang mampu mencegahnya ? Sikap yang tepat dan bijaksana adalah kita ikut ambil bagian dan bermain peran di dalamnya. Dengan demikian kita bisa memberikan sumbangsih pemikiran kita maupun arahan kepada generasi muda agar tetap selektif terhadap pengaruh globalisasi. Globalisasi membawa dampak positif dan negatif. Kita harus pandai memilah dan memilih hal mana yang patut kita contoh dan kembangkan serta hal mana yang harus kita tolak dan kita buang. Tidak semua budaya barat buruk untuk ditiru, misalnya menghargai ketepatan waktu merupakan budaya barat yang bisa kita contoh dan kita kembangkan demi kemajuan bangsa dan negara. Namun demikian, budaya barat tidak semuanya baik untuk dicontoh. Pergaulan bebas merupakan hal tabu dan sangat bertentangan dengan kepribadian bangsa kita, sehingga hal itu harus kita tolak dan kita buang. Kita tidak perlu khawatir terhadap arus globalisasi yang tidak mungkin untuk kita bendung. Yang penting kita bisa selektif, tetap berpegang pada iman dan taqwa. Dan sebagai bangsa Indonesia kita tetap berdasarkan pada Pancasila. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Setiap negara pasti memiliki ciri khas atau identitas tersendiri yang menjadikan negara tersebut berbeda dengan negara-negara lainnya. Identitas sendiri memiliki arti sebagai ciri khas atau karakteristik yang dimiliki suatu pihak sebagai suatu pembeda atau pembanding dengan pihak yang lain. Dan nasional memiliki arti sebagai suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara nasional sudah menjadi suatu yang melekat dan mencerminkan jati diri dari suatu Bangsa. Pembentukan Identitas nasional sudah menjadi ketentuan yang telah disepakati bersama untuk menjunjung tinggi dan mempertahankan bangsa dan berusaha memperbaiki segala kesalahan di dalam suatu pembentukan identitas nasional ada beberapa faktor seperti faktor primodial yang merupakan faktor bawaan yang bersifat alamiah yang melekat pada bangsa tersebut. Sebenarnya dengan adanya identitas nasional sudah membentuk perwujudan dari sifat-sifat yang terdapat dalam unsur sosial dan budaya masyarakat. Seperti halnya di Indonesia yang di mana masyarakatnya ramah, sopan, pemaaf dan mempunyai jiwa kebersamaan yang tinggi Ada juga faktor sejarah yang membuat masyarakat bersatu dalam suatu bangsa. Persepsi yang sama dengan pengalaman di masa lalu seperti menderita bersama dikarenakan penjajahan dan hal itu membuat rasa solidaritas dan juga melahirkan tekad dan tujuan yang sama antar anggota bangsa pasti memiliki ciri khas atau karakteristik yang berbeda dengan bangsa lainnya untuk dapat dikenali oleh bangsa lain. Identitas nasional sebagai jati diri dapat menjadi alat pemersatu bangsa, contohnya bangsa Indonesia ini mempunyai Pancasila yang menjadi identitas nasional dan menjadi dasar dalam ber kehidupan berbangsa dan bernegara dan menjadi pedoman dalam kehidupan rakyat nasional dapat menjadi landasan bagi sebuah negara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan adanya identitas nasional membuat negara mempunyai prinsip dan pegangan dalam mewujudkan potensi yang menjadi jati diri dari negara ras, suku, adat istiadat, agama dan bahasa menjadi suatu identitas yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, dengan munculnya era globalisasi dapat memudahkan pengaruh dari luar masuk dan membuat budaya lokal dan karakter dari bangsa Indonesia menjadi pudar dan bahkan mati. Era globalisasi yang pasti sudah tidak asing di tengah masyarakat sekarang, dengan munculnya era globalisasi membuat kemajuan teknologi yang memberikan berbagai kemudahan dan perkembangan yang dapat membantu manusia dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, politik, sosial dan era globalisasi bangsa-bangsa di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan dari kekuatan internasional baik di bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik. Jika suatu bangsa tidak dapat mempertahankan identitasnya maka bangsa tersebut akan kacau dan sulit untuk mewujudkan suatu tujuan dikarenakan tantangan di era globalisasi. Maka dari itu identitas nasional sangat diperlukan agar suatu bangsa dapat mempertahankan eksistensinya dan mewujudkan tujuannya. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Makalah PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIABAB LATAR BELAKANGGlobalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan akan globalisasi menurut Robertson 1992, mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara TUJUAN PENULISANAdapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap Bangsa dan Negara IndonesiaUntuk mengetahui pengaruh Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara IndonesiaUntuk Mengetahui Dampak Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Bangsa dan Negara IIDaftar PENGERTIAN GLOBALISASIGlobalisasi adalah proses menyatunya dunia ke dalam satu kesatuan sistem yang sama. Globalisasi lahir dari adanya ilmu pengetahuan dan tekno;ogi, khususnya komuikasi dan transportasi. Akibat perkembangan tersebut, informasi menjadi demikian cepat menyebar ke berbagai pelosok bumi. Kejadian di tempat yang jauh hanya dengan beberapa jam, bahkan detik informasinya menyebar dengan KARAKTERISTIK GLOBALISASIGlobalisasi lahir bersamaan dengan modernisasi di Barat sejak abad XVI saat mula terjadi sistematisasi kehidupan ekonomi, hubungan internasional antarnegara, dan lahirnya budaya global serta kesadaran yang berarti terjadinya hubungan sistematik dari semua hubungan sosial di bumi mencakup fenomenologi kontraksi. Dunia seakan menciut bukan dalam arti materi tetapi dalam arti yang abstrak. Dengan komunikasi yang cepat, maka ruang terasa lebih pendek atau terjadinya globalisasi bersifat reflektif, artinya menimbulkan kesadaran atas kemanusiaan, misalanya rasa simpatik terhadap bencana alam, perang, adanya pasar global, dan proses globalisasi, maka sekat-sekat pembatasan ruang dan waktu semakin hilang. Seseorang adalah sekaligus individu dan anggota umat FAKTOR - FAKTOR PENDUKUNG MUNCULNYA GLOBALISASIa. Berkembangnya Teknologi perkembangan teknologi komunikasi dimungkinkan oleh perkembangan dalam infrastruktur dan telekomunikasi dunia. Di negara-negara yang infrastruktur komunikasinya sangant berkembang, di setiap rumah dan kantor dilengkapi dengan telepon, mesin fax, televisi kabel, dan Adanya Integrasi Ekonomi DuniaGlobalisasi juga makin terjadi oleh adanya integrasi ekonomi dunia. Berbanding terbalik dengan era sebelumnya, perkonomian global tidak hanya didasarkan pada pertanian dan industri, melainkan makin didominasi oleh kegiatan perekonomian tanpa bobot weightless economy.Globalisasi merupakan keadaan yang akan sulit terhindarkan. Dunia menjadi demikian terbuka tanpa proteksi. Dengan globalisasi akan terjadi apa yang disebut era pasar bebas, yaiutu ketika semua negara dengan bebas memasarkan produknya ke negara-negara lain dan setiap orang bebas mencari pekerjaan ke negara lain. Semua itu merupakan tantangan bagi setiap bangsa dan rakyat Indonesia karena kualitas produk dan sumber daya manusia akan sangat menentukan, apakah dapat bersaing dengan negara-negara lain lebih maju atau, apakah akan menjadi penonton di negara sendiri? SEBAB – SEBAB MENINGKATNYA GLOBALISASIPerubahan politik duniaAliran informasi yang cepat dan luasPerkembangan perusahaan-perusahaan PENGARUH GLOBALISASIKehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain-lain akan mempengaruhi nilai-nilai nasionalisme terhadap Positif Globalisasi Terhadap Nilai - Nilai Nasionalisme1. Pengaruh Dari Aspek dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat2. Pengaruh Dari Aspek pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. Jugamasyarakat mengenal kemajuanteknologi, serta pusat perbelanjaan yang modernmempermudah masyarakat untuk memperoleh barang yang Pengaruh Dari Aspek Sosial BudayaKita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap Pengaruh Dari Aspek Teknologi dan KomunikasiAdanya kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi menjadikan hidup manusia menjadi lebih mudah. Orang yang ketika dahulu hendak pergi ke suatu tampat yang jauh membutuhkan waktu lama, sekarang dengan waktu yang singkat kita bisa pergi keluar Negatif Globalisasi Rerhadap Nilai - Nilai NasionalismeGlobalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilangDari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll. membanjiri diIndonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan kesenjangan ekonomi sebagai akibat kekalahan berkompetisi dalam penguasaan yang kuat ekonominya akan bersekongkol dalam rangka mencari keuntungan sebesar-besarnya. hal ini seringkali merugikan negara-negara miskin yang ketahanan ekonominya fanatisme, etnis, dan agama sebagai upaya untuk menunjukkan kehadirannya melalui berbagai forum dan menurunnya sumber daya alam yang vital seperti air, hutan, dan terjadinya pencemaran budaya, yaitu guncangan jiwa seseorang sebagai akibat belum adanya kesiapan menerima kebudayaan asing yang datangsecara DAMPAK GLOBALISASIBangsa Indonesia, seperti halnya bangsa-bangsa lain dalam era globalisasi ini, tidak dapat menghindar dari arus derasnya perubahan inovasi sebagai akibat canggihnya teknologi informasi, telekomunikasi, dan transportasi. Beberapa rofessio dampak globaliasai yang melanda bangsa dan rofes Indonesia yaitu PolitikPenyebaran nilai-nilai politik barat baik secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk unjuk rasa, demonstrasi yang semakin berani dan terkadang ā€mengabaikan kepentingan umumā€ dengan cara membuat kerusuhan dan anarkis. Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, masyarakat mufakat dan gotong royong. Semakin menguatnya nilai-nilai politik berdasarkan semangat individual, kelompok, oposisi, rofessi mayoritas atau tirani the survival oe the fittest sehingga siapa yang memiliki modal yang besar akan semakin kuat dan yang lemah tersingkir. Pemerintah hanya sebagai regulasi dalam pengaturan ekonomi yang mekanismenya akan ditentukan oleh ekonomi rakyat yang diberikan subsidi semakin berkurang, koperasi semakin sulit berkembang, dan penyerapan tenaga kerja dengan pola padat karya sudah semakin Sosial dan BudayaMudahnya nilai-nilai barat yang masuk baik milalui internet, antene parabola, media rofessi, maupun media cetak yang kadang-kadang ditiru habis-habisan. Semakin lunturnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan rofes sehingga dalam keadaan tertentu hanya ditangani oleh segelintir orang. Semakin memudarnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara karna dianggap tidak ada hubungannya sekularisme. InformasiKemajuan iptek dan arus komunikasi global yang makin canggih, cepat, dan berkapasitas tinggi. Laju pertumbuhan dan akumulasi pengetahuan serta informasi meningkat sangat cepat secara tajam eksponensial Hukum, Pertahanan dan KeamananSemakin menguatnya supremasi rofe, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia. Menguatnya regulasi rofe dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak rofe polisi, jaksa, dan hakim yang lebih rofessional, transparan dan KESIMPULANAgar kita tidak tenggelam dalam aspek negatif globalisasi yang berkembang saat ini, perlu diciptakan sebuah cara baru atau kebudayaan yang sifatnya lebih berupaya untuk meningkatkan visi terhadap pemerataan sosial. Suatu pola yang membuat orang-orang dapat menemukan cara-cara baru agar manusia dapat hidup dalam lingkungan yang semakin padat dengan damai, kreatif dan yang sangat penting adaah diperlukannya kreatifitas dan kerpercayaan pada diri sendiri yang tertanam dalam suatu rasa identitas nasional dan dalam kebanggaan serta harga diri yang melkat padanya, sehingga kita dapat menyatakan diri sebagai suatu bangsa yang memiliki jati SARANDari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsaMasyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnyaPara pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budayaMasyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa Dalam Format Word atau Pdf

jika suatu bangsa menolak globalisasi maka bangsa tersebut akan